5 Cara agar istiqomah dalam hijrah

5 Cara agar istiqomah dalam hijrah

Hijrah adalah meninggalkan, menjauhkan diri dan berpindah tempat. Bisa di artikan berpindah dari keadaan yang semula buruk menjadi keadaan yang baik, atau dari kondisi yang sudah baik menjadi lebih baik lagi.

Menurut kajian yang Tim Fivebalance pernah dengar, hijrah bisa dikenalin dalam dua proses; Hijrah terlihat secara fisik dan Hijrah hati atau yang tak terlihat.

Hijrah fisik bisa dimulai dengan adab dalam kehidupan sehari-hari, misal pindah tempat tinggal karena alasan agar bisa sering ke masjid, cara berpakaian sesuai syar’i, cara pergaulan, cara ibadah dan banyak lagi yaa.

Sementara Hijrah yang tak terlihat adalah perbaikan dari dalam diri, misalnya lebih sabar, menjaga hawa nafsu, bersifat ikhlas, rendah hati, dan semua perubahan ke lebih baik yang di mulai dari hati.

Nah ! tantangannya bagaimana bisa istiqomah alias konsisten dan rutin? Yuk Simak tips berikut ini :

  1. Rutin sholat Jema’ah di masjid

Terutama cowok ! Sholat jema’ah di masjid sangat di utamakan, ini akan memberikan kamu syafaat dan manfaat yang luar biasa. Semuanya akan berproses dalam psikologi diri kamu tanpa di sadari loh!

Manfaat pahala sudah pasti lebih besar, berkumpul dengan orang sholeh walaupun dengan salaman saja akan memberikan energi positif. Bisa saja anda mendapatkan sahabat baru dan jalan keluar dari setiap masalah yang kamu hadapi

Contoh :

Indikator  : Sholat Jema’ah fardhu di masjid

Target      : Target 60 kali per bulan ( asumsi minimal 2 kali Jemaah per hari)

Note : Pengukuran ini bila kamu pergi ke masjid dan sholat Jemaah, mulailah dari angka yang mampu dulu dan nanti bisa di tambah

  1. Rutin membaca Alqur’an

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus: 57)

Menurut artikel di konsultasisyariah.com penjelasan ayat tersebut adalah Allah SWT sebut al-Quran sebagai :Mau’idzah (nasehat) dari Rab kita, Syifa’ (penyembuh) bagi penyakit hati, Huda (sumber petunjuk), dan Rahmat bagi orang yang beriman. Luar biasa kan manfaatnya! Mulai sekarang biasakan setiap hari baca Alquran agar dapat manfaatnya.

Contoh :

Indikator  : Membaca 5 ayat setiap hari

Target      : Target 30 kali per bulan ( Jika 31 dlm sebulan, isi angka 2 di salahsatu hari)

Note : Perhitungan KPI ini agar konsisten dalam setiap hari. Kamu bisa ganti dengan indikator satu surat per hari atau khatam Alquran satu kali per bulan.

  1. Memiliki & membaca buku-buku agama.

Membeli buku agama itu double manfaatnya dibandingkan komik/novel, kamu bisa dapat pahala dan ilmu yang kalo di amalkan bisa menyelamatkan hidup kamu di dunia dan akhirat.

Menurut ceramah ustad Khalid Basalamah, tips belajar sukses buku agama adalah dengan beli yang pembahasan spesifik saja dulu. Misalkan : hal-hal yang membatalkan sholat, keutamaan puasa, sedekah, bagaimana menyikapi musibah, dan lain-lain.

Habis baca langsung terapkan, baru beli buku lagi.. terus dan terus sampai nanti kamu mampu untuk beli buku yang kajian komplit. Misalkan : Minhajul muslim, Kitab hadist bukhari muslim, ensiklopedia Muhammad SAW, Tafsir Alquran Al-azhar dan lainnya.

 

Contoh :

Indikator  : Selesai baca 1 buku per bulan

Target      : Target 1 kali per bulan

Note : cukup jelas

  1. Aktif dalam kegiatan Majelis Ta’lim

Di zaman digital sekarang ini, kegiatan Majelis Ta’lim pasti ada grup whatsapp buat jema’ah berkomunikasi. Pilihlah karena pertimbangan lokasi atau kedekatan dengan teman-teman jema’ahnya. Kalo lokasi dekat bikin kamu lebih gampang untuk itiqomah hadir, tapi walau jauh kalo punya teman-teman dekat bisa lebih termotivasi.

Selain umumkan kegiatan, biasanya anggota grup whatsapp Majelis Ta’lim suka share kegiatan-kegiatan di tempat lain atau share artikel-artikel ilmu agama yang bermanfaat. Ini bekal kamu untuk dapat informasi dan mendapatkan teman menguatkan iman

Contoh :

Indikator  : Ikut hadir pengajian Majelis Ta’lim

Target      : Target 2 kali per bulan ( asumsi pengajian 2 minggu sekali)

Note : Cukup Jelas

 

  1. Memiliki guru agama & mengaji

Menurut ceramah ustad yang Tim Fivebalance dengarkan, kalo baru hijrah itu nggak bisa pakai istilah “ ambil yang baiknya saja dan tinggalkan yang buruknya”, karena bisa saja hati belum kuat dan masih ragu dalam membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Sebaiknya cari guru agama tetap, kalo mampu bayar yaa cari yang privat! Kalo tidak mampu, ikut pengajian majelis yang terdekat atau gratisan.. kalo di cari ? pasti ketemu dan  dipermudah. Insya Allah.

 

Ilmu agama itu luas, jadi pilihlah guru berdasarkan ilmu yang lemah sekarang. Kalo belum mampu baca Al-quran yang baik, carilah yang mengajarkan tajwid. Kalo masih ragu soal sholat dan cara ibadah lainnya pilihlah guru Fiqih. Kalo mau mantabs kan hati soal adab, carilah guru yang mengajarkan mualamah. Masih banyak loh!

Contoh :

Indikator  : Rutin ikun pengajian mingguan sama guru agama

Target      : Target 4 kali per bulan ( biasanya seminggu sekali)

Note : Perhitungan KPI mengukur konsistensi dalam kehadiran belajar ketemu guru, bisa saja kamu ukur berdasarkan ilmu apa yang harus dipelajari per bulan

Wallahu A’lam Bishawab

Selamat mencoba !!

WRITE A COMMENT