Hutang Piutang Lancar, 6 Cara Menghadapi Rentenir!

Cara Menghadapi Rentenir
pixabay.com
banner 120x600

Cara menghadapi rentenir penting kita semua ketahui. Desakan ekonomi dan sulitnya mencari uang zaman sekarang, menjadi kendala seseorang dalam mencukupi kebutuhan. Perlu dana cepat di saat terjepit keadaan, membuat beberapa orang mencari pinjaman instan, dengan mekanisme mudah dan cepat.

Jalan pintas ini, terkadang menjadi ladang subur untuk beberapa oknum. Paling banyak kita kenal saat ini adalah rentenir.

Rentenir sendiri memiliki makna beragam. Salah satunya ialah orang yang mencari nafkah, dengan cara meminjamkan uang kepada seseorang atau bisa juga sekelompok orang, kemudian mengambil keuntungan dari suku bunga yang mereka tetapkan.

Sasaran rentenir cenderung masyarakat menengah ke bawah. Target mereka adalah pihak-pihak yang polos, sehingga mudah dalam merayu dan tentunya tidak punya pilihan lain.

Cara Menghadapi Rentenir
pixabay.com

Ini Cara Menghadapi Rentenir Apabila Terlanjur Pinjam Uang

Saat menawarkan jasa, rentenir biasa memanfaatkan media sosial seperti WhatsApp, Instagram, maupun Facebook. Adakalanya, mereka datang langsung dan merayu ke rumah-rumah.

Mengingat penawaran pinjaman cukup menggiurkan. Mulai dari waktu pencairan lebih cepat, cara pencairan mudah bahkan tanpa agunan, tentu membuat orang banyak tertarik.

Meski begitu, hutang pada rentenir sebenarnya cukup merugikan. Selain penetapan suku bunga yang tinggi, teknik menagihnya terkadang semena-mena. Di bawah ini beberapa ulasan cara menghadapi rentenir.

Tetap Tenang dan Tidak Terpancing Emosi

Kebijakan dari rentenir seringkali memberatkan pihak yang menghutang, namun kita tidak mungkin menyalahkan mereka. Dari awal memutuskan meminjam, artinya menyepakati semua aturan yang ada. Apabila rentenir datang menagih dengan sedikit mengancam, cobalah ajak bicara baik-baik supaya suasana tidak berubah ricuh.

Cermat Memeriksa Nominal Tagihan

Kadang kala, rentenir melakukan penagihan pinjaman melebihi kesepakatan awal. Tidak ada salahnya menghitung kembali utang dan suku bunga. Hal ini tentu harus sesuai kesepakatan bersama. Maka minta baik-baik pada pihak penagih untuk mengoreksi ulang, agar terhindar dari nominal tagihan yang tidak sesuai.

Meminta Keringanan

Ada saat-saat tertentu, seseorang terkendala dalam membayar sesuai tanggal penagihan. Bisa jadi uangnya belum tersedia atau jumlahnya masih kurang. Meminta keringanan dalam proses pembayaran menjadi salah satu solusi. Lakukan negosiasi yang baik dan mencari jalan tengah agar tidak merugikan kedua belah pihak.

Meminta Perpanjangan Waktu Pelunasan

Saat awal meminjam, biasanya sudah ada ketentuan batas waktu pelunasan. Namun tidak ada salahnya bernegosiasi terkait perpanjangan waktu pembayaran. Pastikan tidak terlalu berlarut-larut, karena hal ini tentu akan berpengaruh pada pembebanan bunga.

Meminta Pendampingan Pihak yang Paham Hutang Piutang

Sebagian besar korban rentenir adalah orang awam, yang tidak begitu paham perihal hutang-piutang. Meminta bantuan pada orang yang ahli dalam kasus tersebut, menjadi langkah tepat mencegah terjadinya penagihan paksa. Karena terkadang, ada rentenir yang tega melakukan penyitaan barang disertai tindak kekerasan.

Lapor ke Pihak Berwajib

Ini merupakan pilihan terakhir, apabila jalur kekeluargaan sudah tidak bisa menjadi solusi. Bukan tidak mungkin, rentenir melakukan tindakan kriminal yang bisa membahayakan nyawa. Hukum di Indonesia siap menjadi payung, guna membantu para korban yang merasa terancam.

Pada dasarnya, rentenir menawarkan pinjaman dana secara ilegal. Keberadaan mereka yang tidak mendapat izin resmi, tentu sangat berisiko tinggi untuk pihak peminjam.

Guna meminimalisir masalah dengan oknum-oknum tersebut, alangkah baiknya meminjam uang di bank atau koperasi. Selain berbadan hukum dan mendapat izin OJK, biasanya suku bunga yang mereka kenakan tidak begitu tinggi.

Cara menghadapi rentenir ini, semoga bisa menjadi referensi efektif untuk Anda. Sehingga persoalan hutang piutang tidak sampai menimbulkan tindakan kriminal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *