Kamu Harus Tahu Ini Sebelum Memulai investasi

Investasi terlihat sepele, tetapi ini sangat penting untuk dilakukan. Kegiatan ini alangkah lebih baik dilakukan secepat mungkin dengan ilmu yang cukup.

Mungkin untuk para pemula, masih bingung dengan istilah dan bagaimana cara memulai investasi.

Kamu harus memulai lanngkah ini dahulu, sebelum memulai nya:

 

1. Miliki Tujuan Dalam Berinvestasi

Sebelum kamu memulai  investasi, kamu harus memiliki tujuan yang tetap. Dengan adanya tujuan ini kamu akan memiliki komitmen untuk selalu berinvestasi secara konsisten.

  • Untuk jangka panjang

Investasi jangka panjang membutuhkan waktu yang cukup lama, biasanya sekitar 1-10 tahun. Beberapa alasan:

Untuk mempersiapkan masa pensiun

Banyak orang yang belum memahami bahwa dana pension belum tentu cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga akhir hayat, sehingga tidak ada salahnya kamu berinvestasi untuk masa tua.

Mengamankan kekayaan

Dengan berinvestasi kekayaan yang kamu miliki, kamu dapat meminimalisir penurunan nilai asset.

Pendidikan anak

Setelah memiliki anak, tentunya kamu harus mulai memikirkan mengenai biaya yang akan kamu hadapi saat anak mulai bersekolah. Karena biaya sekolah saat ini cukup terbilang tidak sedikit.

Pasalnya, biaya pendidikan mengalami kenaikan hingga 10% per tahun. Dengan berinvestasi, sehingga kita bias mensiasati biaya untuk kedepan nya.

  • Untuk Jangka Pendek

Selain untuk jangka panjang, Investasi jangka pendek juga cukup menguntungkan, rata rata mereka ini ingin memperoleh imbal hasil dalam waktu singkat.

Memiliki dana tambahan untuk sehari-hari

Bentuk return yang berupa kenaikan harga saham tersebut yang akan menjadi keuntungan sebagai investor. Kamu dapat menggunakan reksa dana dan P2P Lending.

2. Mulai Sedini Mungkin

Kamu bisa memulai investasi dengan modal yang tidak banya, dengan uang Rp100.000 kamu bisa mengantongi satu lot saham perusahaan. Dengan memulai sejak dini kamu  bisa menciptakan sumber penghasilan baru.

3.  Pisahkan dana tabungan dan investasi

Cara selnjutnya adalah kamu harus memisahkan antara dana tabungan dan investasi, investasi akan memberikan keuntungan mu yang banyak dan dalam jangka panajng. Jangan pernah menggunakan dana tabungan sebagai dana investasi.

Baca juga : Yuk Kenali Lebih Dekat Cara Mengatur Uang

4. Ketahui macam macam investasi

Ada berbagai macam yang harus kamu ketahui, berikut macam nya:

  • Deposito

jenis simpanan di bank yang sistem setor dan tarik tunai hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu. Dengan investasi ini ada dua yaitu sertifikat deposito dan deposito berjangka.

  • Saham

Biasanya perusahaan besar nasional maupun internasional, membuka investasi dalam bentuk saham untuk masyarakat umum. Saham  biasanya ditandai dan dibuat surat berharga sebagai bentuk kepemilikan.

  • Obligasi

Dalam investasi ini, investor membeli surat hutang yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah.  Investasi ini cukup beresiko apabila si peminjam bangkrut, namun manfaat yang diperoleh lebih tinggi dibandingkan dengan deposito.

  • Reksa Dana

Banyak yang menyebut reksa dana adalah tempat berkumpulnya para investor. Cara ini akan mengumpulkan uang dari masyarakat lalu di olah oleh manajer professional untuk di investasikan.

  • Emas

Sebagian masyarakat Indonesia menginvestasikan uang nya dalam bentuk emas. Manfaat yang didapatkan sangat beragam. Kamu bias berinvestasi dalam bentuk murni dan batangan.

  • Bidang property

Cara ini merupakan tipe non riil karena tidak melibatkan uang secara langsung, kamu bisa menginvestasikan dalam bentuk rumah atau apartemen, yang nilai asset nya semakin naik secara berkala.

5. Konsisten dalam berinvestasi

Setelah kamu sudah memutuskan akan mengalokasikan dana kamu untuk berinvestasi, kamu harus melakukan nya secara konsisten.

Ingat tujuan kamu agar tetap konsisten. Kamu bisa menyisihkan penghasilan mu langsung di awal bulan, agar tidak terpakai untuk lain nya.

6. Alokasikan Uang diberbagai macam bidang

Dengan cara ini kamu dapat meminimalisir resiko, dengan begitu apabila kamu ada asset yang menurun kamu masih memiliki investasi lain.

Misalnya kamu dapat menggunakan cara seperti obligasi 30%, deposito 50%, dan saham 20%. Dengan ini kamu bias meminimalisir resiko.

7. Pilih Perusahaan yang diawasi oleh OJK

“Ingatlah selalu bahwa investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi tanpa risiko sangat kecil kemungkinannya”

Pastikan bahwa perusahaan yang kamu pilih berada dibawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai pengawas yang memang bertugas mengawasi dunia finansial di Indonesia.

So, sekarang kamu sudah tahu bagaimana langkah untuk memulai investasi, yuk coba berinvestasi sedini mungkin.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *