Mengenal Lembaga Keuangan Syariah dan Fungsinya!

Lembaga Keuangan Syariah
pexels.com
banner 120x600

Lembaga keuangan syariah merupakan suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa keuangan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Perlu Anda tahu, prinsip syariah merupakan prinsip yang yang menghilangkan unsur-unsur larangan Islam.

Nah, unsur larangan Islam tersebut nantinya akan kemudian akan berganti dengan akad-akad tradisional Islam yang biasa orang sebut dengan prinsip syariah. Jadi, semua yang berjalan dari lembaga ini halal dan sesuai dengan syariat agama Islam.

Fungsi Lembaga Keuangan Syariah

Lembaga syariah ini hadir dengan fungsi dan tujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Terutama mereka yang membutuhkan dana sebagai sarana dalam melakukan berbagai macam kegiatan ekonomi yang menggunakan prinsip Syariah.

Jadi, adanya lembaga keuangan ini bisa membantu masyarakat yang membutuhkan tambahan modal kerja. Bisa juga membantu mereka yang ingin mendirikan usaha dengan prospek yang tinggi namun tidak memiliki modal yang cukup.

Baca Juga: Cara Deposito Bank BCA dan Membuka Rekening Deposito Bank BCA

Prinsip Bank Syariah

Lembaga keuangan ini merupakan jenis lembaga keuangan yang hadir dalam rangka mengeluarkan beragam produk keuangan syariah.

Dengan ketentuan mereka sudah mendapatkan izin untuk bisa beroperasi sesuai dengan ketentuan yang sifatnya syariah.

Prinsip operasional dari lembaga keuangan sesuai syariat Islam ini yaitu memiliki prinsip syariah. Diantaranya kegiatan usaha yang  tidak terdapat kandungan unsur yang merupakan larangan agama, seperti:

Riba. Unsur ini dikatakan tidak sesuai prinsip syariah sebab merupakan transaksi pinjam meminjam yang memberikan syarat pada nasabah untuk mengembalikan dana melebihi pokok pinjaman sebab adanya nasi’ah.

Maisir. Unsur ini berupa transaksi yang bergantung pada suatu keadaan yang belum pasti dan bersifat untung-untungan.

Gharar. Yaitu suatu transaksi yang objeknya belum jelas, tidak diketahui keberadaannya, atau tidak ada penyerahan ketika transaksi berjalan. Kecuali, sudah ada aturan lain dalam syariah.

Haram, yaitu termasuk transaksi yang objeknya merupakan larangan dalam syariat Islam.

Zalim, merupakan suatu transaksi yang mengakibatkan adanya ketidakadilan bagi pihak lainnya.

Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia

Ada beberapa lembaga keuangan yang memegang prinsip syariah di Indonesia. Diantaranya yaitu;

1. BMT (Baitul Maal Wat Tamwil)

BMT adalah salah satu lembaga keuangan syariah yang memiliki tugas dan kewajiban untuk menghimpun serta menyalurkan dana pada para anggotanya.

Pada umumnya BMT syariah ini akan beroperasi dalam skala mikro dan banyak dikenal dengan sebutan Koperasi Syariah.

Dalam proses operasionalnya, terkadang BMT memakai badan hukum koperasi. Dengan demikian, BMT juga banyak yang menyebutnya dengan koperasi jasa keuangan syariah.

Dalam hal penyaluran dana, BMT kerap melakukan bekerjasama dengan Bank Syariah. Hal ini disebabkan karena BMT punya kemampuan akses ke tempat masyarakat yang memiliki penghasilan kecil untuk membiayai usaha mikro.

Baca Juga:  Cara Daftar Livin Mandiri di ATM secara Mudah dan Tepat!

2. Asuransi Syariah

Asuransi Syariah merupakan asuransi jiwa yang sudah lama berdiri, yaitu sudah sejak tahun 1993. Nah, Asuransi Syariah ini juga masih mempunyai keterkaitan yang erat dengan Bank Syariah.

Alasannya yaitu karena Bank Syariah kerap memberikan asuransi untuk berbagai pembiayaan yang disalurkan kepada nasabah. Tujuan asuransi pembiayaan ini yaitu untuk mengantisipasi kegagalan bayar oleh para nasabah.

Alasannya bermacam-macam. Mulai dari faktor meninggalnya nasabah maupun karena faktor lainnya yang sudah ada kesepakatan dari pihak asuransi.

3. Pasar Modal Syariah

Pasar Modal merupakan suatu tempat munculnya surat berharga dari perusahaan. Baik itu surat berharga berbentuk saham maupun obligasi. Tujuannya yaitu untuk memperoleh dana dari para penanam modal atau investor.

Tak hanya itu saja, masih banyak sekali lembaga keuangan syariah yang hadir dalam masyarakat untuk membantu keuangan para nasabah yang kekurangan modal usaha atau kesulitan ekonomi lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.