Prinsip 50 30 20 Untuk Atur Uang Lebih Bijak

Prinsip 50 30 20 Untuk Atur Uang Lebih Bijak
pixabay.com
banner 120x600

Prinsip 50 30 20 merupakan metode yang perlu diterapkan dalam proses pengaturan keuangan agar jadi lebih teratur. Jika tidak mengatur keuangan maka semua usaha Anda bisa bangkrut, dana pengelolaan rumah tangga juga bisa berantakan.

Tentunya Anda tidak ingin hal ini terjadi, karena itu pengaturan keuangan perlu Anda terapkan sejak dini. Karena kurangnya pemahaman mengenai pengaturan keuangan, banyak orang kesulitan untuk mengelola keuangan dengan bijak.

Hal ini membuat penghasilanmu habis di pertengahan bulan. Masalah ini akan merambat dan menyebabkan stress finansial. Jika kondisi tersebut tidak segera ditangani dengan baik, maka akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

Baca juga: Informasi Pinjaman Bank CIMB Niaga untuk Karyawan serta Syarat dan Prosedurnya

Prinsip 50 30 20 Untuk Atur Uang Lebih Bijak
pixabay.com

Pahami Prinsip 50 30 20 Untuk Keuangan Lebih Terjamin

Mengatur keuangan merupakan kegiatan yang penting dilakukan setiap orang untuk menyusun masa depan yang lebih baik. Selain itu, jika keuangan bisa tertata lebih rapi, maka tidak perlu ketakutan kehabisan dana di akhir bulan.

Kini masih ada banyak orang yang kebingungan untuk mengatur keuangan. Akibatnya uang habis di pertengahan bulan dan ketika akhir bulan mereka melakukan utang. Padahal hal ini sangat tidak efektif, dan terkesan merugikan.

Dengan menggunakan prinsip 50 30 20, Anda bisa mengelola dana dengan baik, sehingga stress finansial bisa diatasi dengan baik. Jika hal ini bisa teratasi dengan baik, maka untuk mengatur keuangan bukan lagi hal yang sulit.

Prinsip ini terbagi menjadi 3 jenis kebutuhan berupa tabungan atau investasi, keinginan dan kebutuhan. Jika pembagian ini bisa berjalan dengan baik, maka Anda bisa mendapatkan keuntungan lebih mudah.

Untuk lebih jelas, kami akan berikan beberapa penjelasanya di dalam prinsip 50 30 20. Simak hingga akhir agar Anda bisa mengatur keuangan dengan lebih mudah.

50% Kebutuhan

Kebutuhan adalah biaya wajib yang harus terpenuhi agar bisa bertahan hidup. Untuk memenuhinya Anda perlu mengeluarkan 50 persen dari gaji yang Anda dapat, dengan begitu kebutuhan Anda bisa terpenuhi dengan mudah.

Walau begitu, hal ini tetap tidak menjamin kebutuhan tersebut akan terpenuhi, apalagi jika Anda suka lapar mata. Kebutuhan sehari-hari itu, meliputi biaya penting harian, mulai dari tempat tinggal, listrik, makanan kesehatan, hingga utang.

Semisal Anda memiliki gaji 5 juta, maka tinggal membaginya menjadi dua yaitu, Rp 2.500.000. Setengahnya lagi Anda bisa gunakan untuk kepentingan lainya.

30% Keinginan

Melakukan pengelolaan keuangan bukan berarti Anda tidak boleh bersenang senang. Jalan-jalan dan makan enak merupakan kegiatan yang menyenangkan hati, walau terkesan boros namun jika sudah ada aturan maka tidak akan merugikan.

Uang untuk keinginan ini cukup sisihkan 30% saja, dari total pendapatan Anda. Hal yang masuk dalam kategori ini adalah jalan-jalan, belanja, dan kesenangan lainya. Namun ingin jangan sampai menggunakan lebih dari 30% hasil pendapatan Anda.

Tadi pendapatan tinggal setengah yaitu Rp 2.500.000 karena sudah Anda gunakan untuk kebutuhan. Anda tinggal mengambil 30% nya yaitu Rp 833.333.

Baca juga: Cara Deposito Bank BCA dan Membuka Rekening Deposito Bank BCA

20% Untuk Tabungan

Prinsip 50 30 20 yang terakhir ini merupakan sisa dari semua dana yang sudah Anda gunakan. Jangan buang sisanya apalagi menghambur-hamburkan walau sudah akhir bulan. Simpan sebagai tabungan atau gunakan untuk berinvestasi.

Berapapun sisa yang Anda dapatkan jika digunakan untuk tabungan, maka bisa digunakan untuk cadangan saat Anda benar-benar membutuhkan.

Prinsip 50 30 20 itu, merupakan jadwal yang perlu Anda taati agar keuangan bisa tetap terjaga. Dengan pengaturan yang baik, maka Anda bisa menjamin keberlangsungan hidup dengan baik, tanpa mengenal kata hutang. Semoga adanya artikel ini dapat membantu Anda dalam mengatur keuangan dengan baik.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.